Tim Kemanusiaan NU Siap Menuju Asmat

Relawan NU Peduli Kemanusiaan siap dikirim ke daerah yang mengalami campak dan gizi buruk di Asmat, Papua. Pemberangkatan relawan dilakukan Kamis (25/1) besok, sementara pelepasan berlangsung Rabu (24/1) sore di Ruang NU Care-LAZISNU, lantai 2 Gedung PBNU Jakarta Pusat.
Para relawan merupakan perwakilan dari NU Care-LAZISNU, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklan (LPBI) PBNU, dan dokter dari Lembaga Kesehatan (LK) PBNU.
Muhammad Wahib, relawan LPBI PBNU mengatakan pada pemberangkatan pertama ini dikirimkan bantuan berupa bahan makanan dan obat-obatan.
“Sebelumnya kami telah berkomunikasi dengan Pemda dan PCNU setempat, serta pihak terkait,” kata Wahib.
Dihubungi terpisah, Sekjen PBNU Ahmad Helmy Faishal Zainy menyampaikan penghargaan atas inisiatif kemanusiaan yang digagas NU Care-LAZISNU dengan mengirimkan tim kemanusiaan dan memberikan pelayanan kesehatan dan bantuan yang diperlukan.
“Mudah-mudahan ini bagian dari terus merekatkan ukhuwah wathaniyah (kebangsaan) kita sebagai  entitas bangsa Indonesia dalam menjalin ukhuwah di antara kita,” kata Sekjen Helmy.
Sebelumnya diberitakan sebagaimana info dari Pemda setempat, tenaga medis di Asmat sangat minim. Selain itu, kegiatan Posyandu pun kurang begitu aktif.
Wakil Bendahara Lembaga Kesehatan NU (LKNU) Makki Zamzami menjelaskan bahwa keadaan yang melanda anak-anak di Asmat disebabkan oleh malnutrisi, status gizi yang buruk, dan kurangnya protein dalam tubuh.
Masyarakat suku Asmat tidaklah mengalami kekurangan makan. Hanya saja, gizi pada makanan yang masuk dalam tubuh yang monoton dan hanya itu-itu saja. Selain memberikan pengobatan, pihaknya akan melakukan edukasi sebagai pencegahan gizi buruk yaitu dengan memberikan pemahaman masyarakat setempat untuk memberi minimal enam bulan ASI eksklusif pada anak.
Hal itu sebagai nutrisi yang baik bagi anak. Adapun untuk mencegah campak bisa dilakukan dengan pemberian vaksin. Akan tetapi,  pemberian vaksin pun harus diimbangi dengan nutrisi yang baik dalam tubuh. (Kendi Setiawan – SN)