Rais PWNU Jateng Pimpin Relawan ke Lombok

Rais Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh pimpin Relawan NU Peduli untuk korban Gempa Lombok Nusa Tenggara Barat didampingi Ketua LAZISNU Jawa Tengah HM Mahsun dan Ketua PW Fatayat NU Jawa Tengah Tazkiyatul Mutmainah. Mereka tiba di Mataram Lombok, Ahad (2/9) siang.
Rombongan NU Jawa Tengah ini menggelontorkan beragam bantuan yang di bawa dalam jumlah besar yakni 6 (enam) truk yang dikawal oleh 20 anggota BANSER Jawa Tengah.
“Kedatangan kami ini menyambung relawan yang sudah hadir lebih dahulu, sebelumnya 7 relawan dan kini menyusul 20 orang,” Kata KH Ubaid panggilan akrabnya sesaat sebelum penyerahan bantuan di Posko NU Peduli di Mataram.
Pihaknya hadir di Lombok karena diberi amanat dari warga NU Jawa Tengah termasuk dari Badan Otonom yang dimiliki oleh NU Jawa Tengah. “Ini juga amanah organisasi untuk kami jalankan,” ujarnya.
Sementara Ketua PWNU NTB TGH Achmad Taqiuddin Mansur mengucapkan terima kasih dan bangga atas perhatian dan kepedulian warga NU Jawa Tengah.
“Mudah-mudahan segala perhatian dan bantuan seperti ini bisa menyembuhkan dan mengobati kesedihan bagi warga yang terkena dampak gempa,” ujarnya.
Dia juga menjelaskan, hampir di seluruh NTB yang meliputi Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa terkena gempa, namun Lombok Utara yang paling parah. Sisanya di Lombok Timur, Lombok Tengah sebagaian kecil dan Sumbawa.
Dan itu hampir sebagian besar adalah Warga NU, secara kultur di sini hampir seluruhnya NU secara kultur.
Ia juga berharap dengan kehadiran NU Jawa Tengah bisa  mengobati warga.  Karena mereka sudah tidak berani masuk masjid. “Jumatan saja di tenda tenda termasuk tempat tidurnya dan mereka masih tampak bingung atau belum ada bayangan untuk memulai hidupnya dari mana,” kata pengasuh Ponpes Al-Manshuriah Bonder Lombok Tengah ini.
Hadir dalam penyambutan, Sekretris PWNU NTB H Lalu Winengan, selain itu juga Ketua Posko Induk NU Peduli Lombok Baiq Mulianah, Ketua PW Fatayat NU NTB Hj Wartiah dan sejumlah Koordinator NU Peduli. (Hadi/Muiz)