Selamatkan Ideologi dengan Bangun Masjid Darurat di Lombok

Sore itu angin sangat kencang, dingin air laut tanpa basa-basi melibas apa saja, termasuk badan para tim siaga bencana PWNU Jawa Tengah. Lokasi Pondok Pesantren Nurul Yaqin yang berhadapan dengan pantai dan di belakang Pesantren menjulang tinggi perbukitan membuat laju angin pantai terhalang lalu kemudian menghempas ke segala arah karena kegagahan bukit itu.
Pondok Pesantren asuhan Tuan Guru Sa’i ini berada di Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Sebulan terakhir, rutinitas masyarakat berubah seketika pasca terjadinya gempa bumi berkekuatan 7 SR yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu.
Tuan Guru Sa’i berkisah, sebelum diguncang gempa, masyarakat Desa Malaka berprofesi sebagai nelayan, dan ada juga yang bertani. Namun sementara waktu profesi itu mereka tinggalkan, karena mereka harus membersihkan bekas reruntuhan rumah yang rata dengan tanah. Rumah mereka hancur lebur bersama dengan kenangan di dalamnya.
Selain rumah-rumah, yang tidak kalah parah adalah masjid-masjid di sepanjang jalan di Pemenang tampak retak, bahkan tidak sedikit pula yang telah rubuh karena keganasan gempa yang terjadi saat shalat jamaah Isya’ berlangsung itu.
Masjid tidak bisa lagi difungsikan sebagai tempat ibadah. Masyarakat terlihat pasrah, melihat Masjid yang dibangun atas swadaya masyarakat itu kini tampak kerusakan dimana-mana, karena mereka harus membersihkan puing-puing rumahnya sendiri, mereka juga berposisi sebagai korban.
Tuan Guru Sa’i, juga mengisahkan dirinya pasca gempa terjadi, kesedihannya dapat kami rasakan, Ia berkisah dengan menahan air mata, ada semacam trauma yang Ia alami, Ia mengatakan tidak bingung atas kejadian ini, namun Ia juga bingung harus melakukan apa.
Ia tidak meratapi Masjid dan bangunan Pesantren hancur, hanya saja Ia justru sangat menghawatirkan masyarakatnya, pasalnya, sebagaimana yang di ceritakan Tuan Guru Sa’i, banyak aliran-aliran lain yang mencoba memanfaatkan situasi dan kondisi ini, “ini bukan hanya soal Masjid dan Pesantren yang rusak, tetapi golongan-golongan kanan mulai memanfaatkan siuasi ini,” Kiai Sa’i berkisah.
Melalui situasi yang cukup pelik ini, PWNU Jawa Tengah bersama NU Care-Lazisnu Jawa Tengah berkomitmen untuk mengajak semua pihak yang terketuk hatinya untuk ikut serta membangun Masjid Darurat di Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Selain kemanusiaan, juga dalam rangka menyelamatkan masyarakat dari ideologi-ideologi yang selama ini merongrong NKRI. Karena saat ini masyarakat Lombok, NTB, tidak hanya butuh empati, tapi aksi nyata dari kita semua.

maulana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *