Lazisnu Demak Targetkan 1 Miliar Sebulan Lewat Koin

Demak, NU Care – Lazisnu
Lembaga Amil Zakat, Infaq, Sedekah Nahdlatul Ulama ( Lazisnu ) Demak telah merencanakan membuat 100 ribu kaleng koin NU. Kini, 10 ribu kaleng telah terdistribusikan ke masyarakat Nahdliyin melalui masing-masing Majelis Wakil Cabang (MWC) NU yang tersebar di 14 kecamatan.
Ketua LAZISNU Cabang Demak Zayinul Fata mengatakan, 90 ribu kaleng untuk koin NU masih dalam proses cetak.
“Kita targetkan bisa memperoleh Rp1 miliar sebulan dari hasil zakat, infaq dan sadaqah warga NU di Kota Wali ini,” ujar Zayin di sela pelatihan pengelolaan koin NU LAZISNU di gedung diklat Buyaran, Karang Tengah, selama 2 hari kemarin.
Menurutnya, koin NU tersebut sebagai bagian dari upaya menuju kemandirian organisasi NU, utamanya di Demak. “Nanti akan ada petugas khusus yang mengecek hasil koin NU ini. Rencananya, kaleng koin NU akan diambil dari setiap warga NU dua minggu sekali,” kata Zayin.
Untuk mendukung kelancaran manajemen administrasi pengelolaan koin NU ini, pihaknya telah menyiapkan aplikasi tekhnologi informasi (TI) yang memadai. “Sementara ini, kita masih ikut di Kantor PCNU. Nanti, kita bangun kantor sendiri secara mandiri untuk operasional LAZISNU,” katanya.
Koin NU, kata dia, menjadi potensi besar untuk menggerakkan perekonomian warga NU, termasuk dalam membentuk badan usaha ekonomi. Dana koin NU yang terkumpul nanti bisa untuk berbagai macam kemaslahatan warga NU. Misalnya untuk membangun fasilitas kesehatan, pertanian dan lainnya di lingkungan warga NU. “Jadi, koinisasi ini dari warga NU untuk warga NU. Dari ranting NU untuk ranting NU. Artinya, untuk semua kegiatan warga NU di lapisan bawah,” kata Zayin.
Ketua Lazisnu Jateng, HM Mahsun kepada NU Online Selasa (11/8) mengungkapkan, koin NU yang digalang melalui LAZISNU ini sebagai sarana untuk membangun kemandirian NU.
“Setiap LAZISNU di kabupaten/kota di Jateng ini membuat target masing-masing perolehan koin NU. Kalau se Jateng ditargetkan bisa mencapai Rp125 miliar setahun. Karena itu, rata-rata setiap LAZISNU bisa memaksimalkan perolehan koin NU antara Rp10 miliar hingga Rp15 miliar setahun,” kata Mahsun.
LAZISNU Cabang Sragen misalnya, bisa memperoleh Rp 10 miliar setahun. Pergerakan LAZISNU di Sragen luar biasa. Contoh lain di Kabupaten Temanggung, LAZISNU setempat sudah melengkapi sistem manajemen koin NU hingga tingkat ranting.
“Kalau daerah bukan basis NU saja bisa. Apalagi, Demak yang basis NU tentu lebih bisa. Kita optimis LAZISNU Demak bisa mencapai Rp1 miliar sebulan. Untuk itu, butuh pengelolaan manajemen yang benar,” kata dia.
Ketua PCNU Demak, KH Muhammad Aminudin mengatakan, PCNU akan mengawal program koin NU tersebut.
“Kita kawal koin NU ini, pemantapan dari waktu ke waktu terus kita lakukan. Pengurus cabang hingga ranting harus bekerjasama bahu membahu mensukseskan koin NU ini. Kalau ada 100 ribu kaleng dengan uang Rp 10 ribu saja sudah Rp 1 miliar sebulan serta Rp12 miliar setahun,” ungkap Kiai Aminudin.
Kepala Kesbangpolinmas Pemkab Demak, Agus Herawan menuturkan, NU merupakan organisasi Islam terbesar di tanah air.
“NU memiliki peran besar dalam membangun dan menjaga bangsa ini. Gerakan koin NU kita apresiasi sebagai upaya mensejahterakan masyarakat. Sedekah koin NU bisa membantu meringankan beban pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan,” pungkasnya. (A Shiddiq Sugiarto/Muiz)