7 Tips Tetap Sehat Selama Puasa Ramadhan

Oleh : Masludi S*
Puasa terbukti mampu meningkatkan derajat kesehatan. Penyakit maag, tekanan darah tinggi, dan kadar gula darah akan lebih terkontrol. ”Hausnya itu lho nggak tahan?” kata-kata ini biasanya muncul bagi yang baru pertama kali memulai puasa Ramadhan. Walau merasa sangat haus, toh akhirnya kalau diniati dengan ikhlas puasa bisa sampai tiba bedug Maghrib. Yang terpikirpun begitu menyeruput teh manis saat buka,”aduuh rasanya nikmat banget”. Rasa haus yang seharian kutahan itupun hilang sudah.
Ada beberapa manfaat lain dari puasa untuk kesehatan, yaitu: Mendorong terjadinya rejuvinasi (pergantian) sel-sel tubuh a). Membantu menurunkan tekanan darah bagi yang menderita tekanan darah tinggi. Berat badan juga akan turun. b). Dispepsia (maag) fungsional kebanyakan akan membaik berkat puasa. c). Penyakit kulit khususnya jamur akan lebih cepat membaik. d). Puasa dapat meningkatkan volume semen, persentase spermatozoa hidup dan jumlah total spermatozoa.
Lakukan secara benar, agar puasa yang tengah kita jalankan ini memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kesehatan, maka laksanakan puasa dengan benar. Puasa yang benar artinya puasa yang sesuai dengan kaidah agama, juga kesehatan. Untuk itu, simak beberapa tips :
1. Minum yang cukup, sekitar 8-10 gelas sehari.
Dalam hal minum ini, para lansia (lanjut usia) seringkali tidak merasa haus walau baru minum sedikit. Namun demi kesehatan, gaya hidup hendaknya diusahakan untuk minum yang cukup meski tidak haus. Minum air di sini tidak selalu berarti air putih semata, tetapi minum teh, susu, jus buah, koktil buah, bahkan kuah sayur juga termasuk dalam jumlah air yang kita konsumsi.
2. Penuhi kadar kalori dengan makanan dan minuman pilihan
Untuk kebutuhan kalori, biasanya wanita membutuhkan kalori sekitar 1.900 kalori, sementara pria 2.100 kalori. Kalori sebanyak ini bisa terpenuhi dari makanan dan minuman yang disantap selama sahur dan buka puasa. Tapi tentunya, makanan dan minuman itu harus memenuhi standar gizi yaitu 50 persen karbohidrat, 25 persen lemak, 10-15 persen protein, serta vitamin dan mineral secukupnya. Untuk makanan, sebaiknya pilih makanan alami karena lebih aman. Misalnya: karbohidrat diperoleh dari nasi, kentang, mi atau jagung. Protein dari daging, ikan, tempe, tahu, dan lain-lain. Sedangkan sumber vitamin dan mineral ada pada sayuran dan buah-buahan berwarna kuning, hijau tua, dan merah.
3. Berbuka dengan bertahap dan secukupnya
Saat berbuka puasa, hendaknya tidak makan sekaligus banyak, tapi secara bertahap. Dimulai dengan menikmati makanan ringan atau minuman yang manis-manis. Jika Anda suka kurma, makanlah buah yang berasa manis ini. Selain berguna untuk menyuplai energi, kurma juga kaya kandungan zat gizi seperti kalium, magnesium, niasin, dan serat.
4. Maksimalkan waktu sahur dengan porsi makan tidak berlebihan
Keempat, sedangkan pada saat sahur, meski kurang bernafsu untuk makan karena rasa kantuk belum hilang, sebaiknya digunakan sebaik-baiknya. Ada anjuran untuk makan sahur selambat mungkin, kira-kira setengah jam sebelum Imsak. Tapi ingat, sebaiknya makan sahur tidak terlalu kenyang, kira-kira sepertiga dari kebutuhan kalori sehari.
5. Konsumsi sayur, buah maupun suplemen
jika tidak bisa makan nasi dalam jumlah yang cukup banyak (karena ada perubahan pada lambung dan gerakan usus) cobalah untuk makan camilan. Untuk mencegah sembelit, sebaiknya sayur dan buah dikonsumsi setiap hari. Jika perlu mengonsumsi suplemen.
6.  Istirahat di waktu siang hari.
Gunakan waktu istirahat di siang hari untuk mengurangi energi yang dikeluarkan. Ini berguna untuk menghindari keluarnya keringat yang sangat banyak.
7. Olahraga
Jika ingin olahraga, bisa dilakukan pada sore hari sekitar satu atau setengah jam sebelum berbuka.
*(Penulis adalah dokter umum, warga NU yang berdomisili di Kec. Sliyeg-Indramayu / sumber : nu online)

adminlazisnu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *