Anak Yatim dan Jalan Jihad Yang Diabaikan

“Barang siapa yang mengikutsertakan seorang anak yatim diantara dua orang tua yang muslim, dalam makan dan minumnya, sehingga mencukupinya maka ia pasti masuk surga.” (HR. Abu Ya’la dan Thobroni, Shohih At Targhib, Al-Albaniy : 2543).

Hadits ini mengingatkan kepada kita bahwa anak yatim memiliki posisi yang istimewa dalam agama Islam, dan Allah berjanji akan memberikan keistimewaan pula bagi yang mengistimewakan anak yatim. Mengasihi dan mengikhlaskan sebagian dari harta yang kita miliki untuk membantu anak yatim, dan kaum dhuafa merupakan moralitas orang-orang mulia yang setara dengan jihad.

Ada hak kaum dhuafa -termasuk anak yatim- dalam harta kekayaan yang kita miliki –tepatnya- yang dititipkan Allah SWT kepada kita, ada hak kaum dhuafa, termasuk hak fakir miskin. Hak kaum dhuafa itu tidak banyak, hanya 2,5%, dan Allah SWT menjamin harta tidak akan berkurang karena dikeluarkan zakatnya, justru akan bertambah keberkahannya.

Jika seseorang memiliki bermacam-macam bentuk harta dan jumlah akumulasinyalebih besar atau sama dengan nisab (85 gram emas), maka ia telah tekena kewajiban zakat sebesar 2,5% dari nilai 85 gram emas itu.

NU Care Lazisnu yang merupakan rebranding Lazisnu merupakan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah dibawah naungan Nahdlatul Ulama. Selain memiliki tugas untuk menggalang dan menyalurkan dana masyarakat, peran fundamental NU Care Lazisnu adalah tanggung jawab sosialnya.

NU Care Lazisnu Jawa Tengah, telah dan akan terus berusaha menjalankan fungsi-fungsi tersebut, melalui rancangan program-program yang mengacu kepada tanggung jawab sosial Lazis tersebut. Program Paket Sekolah Yatim merupakan salah satu contoh wujud pengejawentahan tanggung jawab NU Care Lazisnu Jawa Tengah sebagai Lazis.

Seperti realitas yang tidak sulit kita jumpai, bagaimana kehidupan seorang anak yang telah ditinggal ayahnya, hanya sekedar tempat mengeluh dan bersandar di pundak seorang ayah selayaknya anak-anak seusianya yang beruntung bisa bermanja dengan sosok seorang ayah.

Apa lagi kalau sampai bermimpi memiliki seragam bagus, tas, sepatu dan uang saku untuk keberlangsungan sekolahnya. Tentu itu semua menjadi sesuatu yang sangat mahal dan jauh dari angan-angan.

Lebih dari itu, kita juga bisa sedikit berangan-angan, bagaimana anak yatim setelah pulang sekolah dan kemudian menuju rumah, anak-anak lain setelah berganti pakaian sudah tersedia menu makanan kesukaan mereka di meja makan, bahkan sebagian dari mereka masih bisa merasakan kebahagiaan disuapi ibunya sembari berlarian dengan riang.

Namun, si anak yatim ini sesampainya di rumah selepas berganti seragam sekolah yang seadanya itu, harus makan dengan makanan seadanya karena keadaan yang menuntutnya untuk menerima dengan lapang dada, karena telah kehilangan sosok Ayah yang seharusnya menjadi tempat bermanja.

Latar belakang realitas semacam itulah yang kemudian menggerakkan segenap pengurus NU Care Lazisnu Jawa Tengah mengusung Program Paket Anak Yatim untuk menggalang dana sebagaimana fungsi Lazis, yaitu menggalang dana untuk keperluan sosial lalu menyalurkannya kepada pihak-pihak yang membutuhkan, salah satunya adalah anak yatim yang hidupnya masih banyak yang dalam keadaan memperihatinkan.

Selain itu, sebagai umat muslim tentu al-Quran menjadi pedoman hidup kita, dalam (QS. al-Ma’un: 1-7), Allah mengatakan, “Tahukah kamu orang yang mendustakan agama itulah orang yang menghardik anak yatim dan tidak memberi makan orang miskin”.

Dari satu surah al-Quran saja kita dapat memetik pelajaran berharga, Allah mengingatkan kita bagaimana situasi seorang anak yatim dan orang miskin, tentu sebagai muslim yang ingin mendapat ridlo Allah akan tergerak hatinya untuk mengikuti isi al-Quran untuk menyisihkan sedikit dari harta yang kita miliki untuk anak yatim.

NU Care Lazisnu Jawa Tengah melalui komitmennya mengajak seluruh masyarakat yang memiliki kepedulian sosial untuk memberikan donasi sebagian hartanya untuk berbagi senyum dan keceriaan kepada anak-anak yatim yang hidup dalam kekurangan.

Nantinya, donasi dari masyarakat akan kami laporkan dengan profesional dan akuntabel, komitmen ini kami lakukan dalam rangka ikut agar pengurus NU Care Lazisnu Jawa Tengah, donatur, dan anak yatim dapat senyum bersama dalam harmoni yang indah, sebagaimana keindahan bulan ramadhan ini.

“Kebahagiaan adalah kesetiaan. Setia atas indahnya merasa cukup. Setia atas indahnya berbagi. Setia atas indahnya ketulusan berbuat baik.”

 

adminlazisnu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *