Ketua PCNU Pekalongan Harapkan Koin NU Wujudkan Kemandirian Nahdliyin

Kota Pekalongan, NU Care

Koin (Kotak Infak) NU merupakan gerakan untuk berbagi. Tujuanya untuk mewujudkan kemandirian ekonomi. Demikian disampaikan Ketua PCNU Kota Pekalongan, Muhtarom, dalam acara Muskercab I PCNU Kota Pekalongan, yang dilaksanakan di SMK Syafi’i Akrom, Kamis (19/04/2018).

“Pengumpulan infak uang Koin ini untuk kegiatan sosial maupun aktivitas keagamaan dan kemasyarakatan lainnya yang diselenggarakan PCNU, Banom, MWC NU sampai kegiatan Ranting (Desa),” ucap Muhtarom.

Gerakan Koin NU merupakan gagasan dari PBNU, yang diterapkan seluruh PCNU di Indonesia. Koin NU resmi diluncurkan oleh Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, di Alun-alun Kabupaten Sragen, April 2017, karena Sragen sebagai pelopor gerakan bersedekah di seluruh Indonesia.

“Rais ‘Aam PBNU, KH Ma’ruf Amin, pernah menyampaikan bahwa akan terwujud arus baru kemandirian ekonomi NU. Arus baru artinya secara perlahan tidak lagi mengandalkan arus lama yang lebih berpihak kepada para pemodal, kapitalis yang keuntungannya sulit dirasakan oleh masyarakat bawah,” kata Muhtarom.

Arus baru, lanjutnya, sangat tepat karena berasal dari masyarakat, dikelola oleh masyarakat dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

“NU Care-LAZISNU menyiapkan arus baru kemandirian NU, melalui gerakan Koin NU ini,” ungkapnya.

Dirinya mengajak pengurus NU di segala tingkatan untuk menjadi teladan dalam gerakan pengumpulan Koin NU, sehingga masyarakat termotivasi untuk menggalakkan gerakan Koin NU.

“Kita berharap gerakan masyarakat tersebut harus selalu meningkat dari tahun-tahun sebelumnya,” ajaknya.

Muhtarom sangat berharap, Koin NU menjadi dorongan baru bagi nahdliyin.

“Adanya Koin NU ini menjadi cara utama, solusi utama, program andalan, untuk mewujudkan arus baru kemandirian ekonomi Nusantara,” pungkasnya. (dur)

Sumber: Radar Pekalongan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *