Kisah NU Care di Desa Plantaran Kendal Jalin Sinergi dengan Komunitas Nasrani

Oleh: Abu Irfani*

NU Care-LAZISNU Desa Plantaran, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal memiliki kisah yang cukup istimewa. Pasalnya, donatur tetap lembaga pengelola dan penyalur Zakat, Infaq dan Shadaqah yang dimotori Pengurus Ranting NU di Desa ini tidak hanya datang dari warga Nadhlatul Ulama atau nahdliyyin saja, melainkan juga dari komunitas Nasrani setempat.

Sebagaimana disampaikan Kiai Fachrurrozi, salah seorang pengurus NU Care-LAZISNU setempat, bahwa Desa Plantaran merupakan wilayah yang

dihuni oleh warga dari lintas-agama. Walau mayoritas warganya adalah muslim, di desa ini terdapat komunitas Nasrani dan berdiri Gereja yang mereka gunakan untuk ibadah. Kebanyakan dari mereka adalah keluarga purnawirawan yang tinggal di kompleks asrama Brimob Kaliwungu Selatan.

Pengalaman istimewa NU Care-LAZISNU ini bermula dari beberapa pengurus yang akan membesuk salah seorang nahdliyyin yang sedang sakit. Kebetulan juga, rombongan melewati kompleks asrama Brimob sehingga mendapat perhatian dari warga yang sebagian besar Nasrani. Sebagian warga itu menyapa dan bertanya, “Bapak-bapak kiai ini mau ke mana, ada acara apa?”

Menanggapi pertanyaan itu, Kiai Abdul Halim, salah seorang Pengurus Ranting NU Desa Plantaran menjelaskan bahwa rombongan menjenguk dan memberikan santunan kepada warga yang sedang sakit. Beliau juga sempat menyampaikan, “Jika ada salah satu dari sesama muslim yang tertimpa musibah, maka muslim lainnya wajib membantu.”

Mendengar jawaban tersebut, seorang warga Nasrani itu tersenyum.

Beberapa hari kemudian, saat Kiai Fachrurrozi sedang menjalankan tugas dan kembali melewati kompleks asrama Brimob, warga Nasrani

itu kembali bertanya, “Ada kegiatan apa lagi, Pak Kiai?”

“Kami sedang menjalankan tugas dari NU Care-LAZISNU Desa Plantaran, mengambil uang titipan warga yang berzakat, infaq dan shadaqah. Uang titipan mereka akan kami gunakan untuk menyantuni anak yatim, membantu warga yang sedang sakit seperti yang kami lakukan tempo hari, dan memberi sumbangan kepada warga yang membutuhkan,” jelas Kiai Fachrur.

(Kiai Fachrurrozi, Pengurus NU Care-LAZISNU Desa Plantaran, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal.)

Mendengar penjelasan tersebut, seorang Nasrani kembali bertanya dengan raut wajah serius, “Apakah kami boleh ikut menjadi donatur NU-care LAZISNU? Bukankah kami juga warga desa sini, dan kami akan sangat senang jika bisa membantu sesama warga.”

“Tentu saja boleh. Kami tidak membatasi program NU Care-LAZISNU Desa Plantaran untuk umat Islam atau nahdliyyin saja, tetapi juga bagi warga non-muslim,” tegas Kiai Fachrur.

Keesokan harinya, Kiai Fachrur menyerahkan puluhan kaleng berwarna hijau kepada warga kompleks di asrama Brimob. Sejak saat itulah, warga

Nasrani di Desa Plantaran itu ikut menjadi donatur tetap bagi NU Care-LAZISNU. Uang yang mereka sisihkan dalam kaleng tersebut dihimpun sebulan sekali dan dikelola untuk berbagai program.

Kiai Fachrur menjelaskan, partisipasi warga Nasrani itu menjadi salah satu bukti, bagaimana nilai-nilai toleransi dan kerukunan antar umat beragama diwujudkan untuk tujuan kemanusiaan.

Beliau juga menegaskan, geliat nahdliyyin di Desa Plantaran dalam program NU Care-LAZISNU, berkomitmen dalam Islam Rahmatan lil ‘Alamin dengan upaya menebar rahmat (cinta kasih) bagi sesama, membantu warga yang sakit, memberi santunan anak yatim, dan memberi sumbangan bagi warga yang kurang mampu. Selain itu, NU Care-LAZISNU Desa Plantaran juga menyediakan armada ambulans bagi warga yang membutuhkan.

*Nahdliyin dan peneliti di Vrije Universiteit Amsterdam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *