Lazisnu Kradenan Berikan Mesin Cuci untuk Pak Yasir

Nama bapak itu, Yasir. Usianya persis 40 tahun. Ia adalah seorang penyandang disabilitas asal Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Blora. sebagai seorang kepala keluarga, tentu harus tetap bersemangat menafkahi keluarganya. Dengan keterbatasan fisiknya, ia bekerja sebagai buruh cuci dan berjualan telur asin. Dirinya berharap, bisa mendapat perhatian dari pemerintah setempat.

Mendengar kondisi tersebut, UPZIS (Unit Pengelola Zakat, Infaq, Shadaqah) NU Kecamatan Kradenan, Blora, mengunjungi langsung kediaman Yasir di RT 1 RW 07 Desa Mendenrejo. Dalam kunjungan tersebut, UPZIS NU Kradenan menyalurkan bantuan berupa mesin cuci,  untuk membantu pekerjaan Yasir sebagai buruh cuci.

Yasir tentu bahagia dan mengucapkan banyak terima kasih kepada jajaran pengurus MWC (Majelis Wakil Cabang) NU Kradenan. Ia juga menyampaikan terima kasihnya kepada donatur, yang menyalurkan kedermawanannya melalui UPZIS NU, yang bernaung di bawah lembaga sosial-keagamaan NU Care-LAZISNU.

Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran pengurus MWC NU Kradenan, Rois Syuriyah Kiai Nurhadi, dan Wakil Tanfidziyah Basori Ismu.

Sekadar diketahui, Nahdlatul Ulama, sebagai organisasi masyarakat Islam terbesar di Indonesia, memiliki perhatian besar terhadap problematika keumatan, tak terkecuali para difabel. Pada perhelatan Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar (Munas-Konbes) NU tahun lalu (2017) di Lombok, satu dari sekian topik yang disoroti adalah problematika yang dialami penyandang disabilitas, khususnya mengenai konsep fikih yang bias terkait kaum difabel. Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj sempat menyatakan, para difabel harus disentuh dan diperhatikan. Agama dan negara telah sepakat, penyandang disabilitas harus mendapat perlakuan yang sama dan diterima secara tulus tanpa adanya diskriminasi. [Red: Wahyu Noerhadi]

adminlazisnu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *