NU Care-LAZISNU Jepang Semangat Bangun Masjid

Tokyo – LAZISNU Jepang berinisiatif memanfaatkan bangunan bekas dan tua untuk direnovasi menjadi masjid.
Ketua LAZISNU Jepang Muhammad Anwar mengungkapkan setelah sebelumnya berhasil merenovasi masjid dan pesantren pertama di wilayah Sano Tochigi Ken yaitu Masjid Al Ikhlas Sano; dan Masjid Al Ikhlas Kabukicho yang lokasinya berada di tengah-tengah pusat hiburan malam Kabukicho Shinjuku Tokyo, saat ini tengah dilakukan renovasi masjid Fukushima.
“Renovasi bangunan bangunan bekas atau tidak terpakai untuk dijadikan masjid, bisa juga renovasi masjid atas permintaan jamaah lokal dengan syarat pengurus masjid mengizinkan kegiatan tahlilan atau yasinan yang merupakan kebiasaan para Nadhliyin,” terang Anwar, Rabu (25/10).
Pengerjaan renovasi masjid lebih banyak dilakukan oleh tenaga magang (kenshusei) dari berbagai bidang keahlian.
“Terutama di bidang perkayuan (daiku san) maupun para tenaga magang di bidang las (welder) maupun bidang pengecoran fondasi,” lanjutnya.
“Tenaga kenshusei voulenteer yang dimotori oleh kenshusei daiku san (bidang perkayuan) antara lain Saudara Risqon, Soni Ashar, Andri dan kawan-kawan. Mereka mengerjakan dengan sukarela dan benar-benar hanya mengharap ridha Allah SWT,” cerita Anwar.
Kerelaan tenaga voulenteer digambarkan Anwar, bahkan untuk transportasi maupun untuk makan mereka pun sering kali  menggunakan uang sendiri karena mereka menyadari biaya renovasi masjid sepenuhnya atas bantuan umat.
“Karenanya kami hati-hati sekali dalam mengelolanya,” tandas Anwar.
Tujuan gerakan tersebut, kata Anwar, selain sebagai dakwah juga untuk memperlihatkan kepada dunia, khususnya masyarakat international di Jepang bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan saling membantu sesama, peduli akan arti kebersamaan, karena tenaga yang membantu merenovasi bangunan adalah tenaga sukarela (voulenteer) dari berbagai kota di Jepang
Awal mula renovasi masjid Fukushima adalah permintaan dari tokoh pemuda di Fukushima Shi yaitu Cucu Sundayana yang menghubungi LAZISNU tentang rencana renovasi bangunan milik mertuanya yang tidak terpakai.
Kemudian pihak LAZISNU mengadakan pertemuan dengan mertua Cucu Sudayana yaitu Yamamoto San. Pertemuan saat itu dipimpin Ketua Tanfidziyah PCINU Jepang, Mifta Huda yang membicarakan tentang status bangunan, perizinan, dan rencana bangunan yang akan di renovasi dan digunakan untuk masjid.
“Bapak Yamamoto San juga sangat senang dengan rencana tersebut dan memberi izin bangunanya untuk dipakai sebagai masjid,” kata Anwar.
Pengerjaan Masjid Fukushima dimulai 24 September lalu dan diperkirakan akan selesai dalam tiga bulan. Masjid Fukushima berada di antara perkebunan buah apel, buah nasi, dan buah yang terkenal di Jepang yaitu buah momo.
Keluarga besar LAZISNU Jepang sangat berterima kasih atas antusias WNI yang berada di Jepang dan Komunitas Masyarakat Islam Indonesia (KMII) yang selalu membantu baik dari segi pendanaan, tenaga, serta sumbangan lain.
Bagi masyarakat yang berkenan menyisihkan rejekinya untuk pembangunan masjid di Jepang, dapat menghubungi LAZISNU Jepang di nomer +819065660884. (Kendi Setiawan)

adminlazisnu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *