Turmudi, Lumpuh Sejak Dua Tahun Lalu Sepulangnya Mengambil Santunan

Kisahnya berawal dari dua tahun lalu, siang itu Turmudi (74), mendapat undangan sebagai salah satu orang yang hidup serba kekurangan untuk mendapatkan santunan dari seorang dermawan di Pati, keesokan harinya, dengan mengayuh sepeda tua miliknya, Ia yang merupakan asli warga Desa Alasdowo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah itu menuju lokasi santunan dengan raut wajah gembira.

Tidak ada firasat apapun siang itu, semua berjalan normal, hanya rasa bahagia yang menemani perjalanan Turmudi sampai ke lokasi acara santunan, hanya saja Ia sesekali perlu beristirahat untuk sekedar melemaskan kakinya, saat itu Ia berumur 72 tahun, sesusia itu, mengayuh sepeda bukan persoalan mudah, tenaganya tak sekuat saat masih muda.

Sesampainya di lokasi acara, seperti orang-orang yang bernasib sama sepertinya, Ia mengantri untuk menunggu namanya dipanggil oleh panitia santunan, sesekali kantuk menyerangnya, namun coba Ia tahan karena Ia takut saat namanya dipanggil Ia tidak dengar dan terlewati saat penyerahan santunan.

Beberapa jam setelah Ia mengantri, namanya pun disebut, lalu Ia maju dan panitia menyerahkan sepaket sembako untuk dirinya, dengan kedua tangan yang tidak lagi bertenaga seperti saat Ia masih muda itu, Turmudi menenteng paket sembako menuju sepedanya.

Karena telah mendapatkan santunan, Turmudi pun bergegas menuju sepedanya, dengan raut wajah bahagia Ia ingin cepat sampai ke rumah sederhananya yang selama ini Ia huni. Dengan kondisi badan yang sudah menua, tentu Ia tidak bisa lagi menaiki sepedanya dengan satu tangan memegang paket sembako yang Ia dapat. Lalu Ia memutuskan untuk mendorong sepedanya sampai di rumahnya.

Namun naas, baru dipertengahan jalan-antara lokasi santunan dan rumahnya-dirinya terserempet mobil dengan kecepatan tinggi, sontak Ia terjatuh, sepedanya remuk, dan paket sembako yang Ia gadang-gadang untuk persediaan makannya selama dua minggu ke depan itu berserakan di aspal.

Air matanya sempat beberapa kali menetes, bukan karena menangisi sepedanya yang rusak, namun karena melihat paket sembako yang berserakan dan tidak bisa Ia manfaatkan lagi, wajar, karena jauh dari pikiran Turmudi untuk bisa mendapatkan paket sembako itu untuk manyukupi kebutuhannya. Bagaimana tidak, untuk sekadar makan dengan nasi dan ikan asin saja Ia kesulitan membelinya.

Kejadian siang itu seketika seperti petir yang menyambar kemudian merampas hidupnya, kakinya lumpuh akibat terserempet mobil, sejak peristiwa itu, Ia tidak lagi bisa berjalan untuk mencari nafkah, sementara Ia memiliki lima orang anak yang harus Ia cukupi kebutuhannya.

Cerita ini diceritakan langsung oleh Turmudi, Jumat (15/6/2018), saat didatangi tim dari NU Care-Lazisnu Jawa Tengah, untuk menyalurkan zakat fitrah dari masyarakat yang dipercayakan kepada NU Care-Lazisnu Jawa Tengah.

Media Konten

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *